Proses Menanam Tembakau

Jika bibit tembakau sudah siap tanam maka pengolahan tanah juga harus sudah di persiapkan, Lahan yang baik untuk tanaman tembakau adalah ladang atau tegalan, jika tembakau di tempatkan di sawah maka hasil dan kulitas kurang maksimal.


Pertama pengolahan tanah dilakukan dengan cara penggemburan bukan dibajak layaknya mengolah sawah untuk padi tetapi penggemburan dilakukan dengan cara pencangkulan aduk agar tanah benar-benar gembur dan rumput bisa hilang keseluruhan.

2-3 hari sebelum penanaman lebih baik jika tanah diberi pupuk kandang ataupun kompos untuk mempercepat hidupnya bibit dilahan baru. Jika lahan sudah siap maka benih yang sudah berumur 30-40 hari siap di cabut dan di pindahkan.

Waktu yang paling baik untuk menanam tembakau atau tonjo mbako istilah di Desa Kaponan adalah setelah turun hujan, jadi tanah cukup empuk pada waktu penanaman, jika tidak turun hujan maka bisa dengan pengocoran yaitu pemberian air pada lubang tanah yang akan di tanami.

Jarak tanam yang baik adalah 80cm x 40cm. setelah penanaman tembakau harus di beri kerudung bisa berupa daun jati, satu daun jati untuk satu pohon tembaku, fungsinya dalah untuk menghindari panas matahari yang berlebihan dan terkena air hujan secara langsung yang bisa mengakibatkan tembakau londot. setelah penanaman jika tidak turun hujan maka pengairan tetap dilakukan setiap pagi dan sore hari kurang lebih 1/2 liter air per lubang sampai tembakau benar-benar hidup.

Penyulaman dapat dilakukan mulai umur 3 hari sampai 10 hari. dan pelepasan kerudung bisa dilakukan jika tembaku benar-benar sudah hidup dan tumbuh. Dan pengocoran atau pengairan pada tiap lubang sudah bisa di campur dengan pupuk urea atau phonska yang dilarutkan. Pupuk yang lebik baik juga bisa berupa pupuk mutiara ataupun organik.
Share this post
  • Share to Facebook
  • Share to Twitter
  • Share to Google+
  • Share to Stumble Upon
  • Share to Evernote
  • Share to Blogger
  • Share to Email
  • Share to Yahoo Messenger
  • More...

5 komentar:

  1. Wah... berbarti bisa nanam temabaku sendiri ni kalau ada kebun, tp sayang tdak merokok...

    BalasHapus
  2. sing kok poto tegalan ngendi boooossss

    BalasHapus
  3. belom pernah ikut nanam
    cuma liat di tempat kawan tembakau yg udah gede

    BalasHapus
  4. ternyata desa kaponan banyak yang mengembangkan tanaman tembakau...

    BalasHapus